Land of the Dragons Part I: Rinca Island

Karena fokus utama perjalanan kali ini adalah mengeksplorasi Labuan Bajo dan sekitarnya, sebagian besar perjalanan tentunya akan dihabiskan di laut untuk mengunjungi Pulau Rinca, Pulau Komodo, dan pulau-pulau lain di sekitarnya. Kawasan ini dikenal sebagai Taman Nasional Komodo, dimana 67% adalah perairan laut dan 33% daratan.

Dikarenakan reptil Komodo yang dianggap sebagai peninggalan sejarah yang signifikan disertai dengan keanekaragaman hayati kelautan yang sangat kaya, Pulau Komodo dan sekitarnya dicanangkan sebagai Taman Nasional pada tahun 1980. Kemudian pada tahun 1991 UNESCO mengakui Taman Nasional Komodo (TNK) sebagai warisan budaya yang perlu dilindungi (World Heritage List). Pengakuan ini dikarenakan Taman Nasional Komodo dianggap sebagai salah satu habitat alami yang sangat penting untuk dikonservasi.

Taman Nasional Komodo terletak di antara Pulau Sumbawa dan Pulau Flores dan terdiri atas 100an pulau kecil dan 3 pulau utama yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar. Di TNK terdapat 4 desa permukiman yang berlokasi di Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Papagarang. Penduduk asli Komodo yang disebut dengan Ata Modo tidak banyak diketahui asal usulnya dan sudah berasimilasi dengan pendatang dari Flores, Sulawesi dan Sumbawa.

Salah satu pulau untuk dapat bertemu dengan reptil Komodo adalah di Pulau Rinca. Ukuran pulau Rinca yang relatif lebih kecil daripada Pulau Komodo, memperbesar kemungkinan untuk menjumpai lebih banyak Komodo daripada di Pulau Komodo itu sendiri. Aktifitas utama ke Pulau Rinca adalah melakukan trekking dengan harapan dapat bertemu dengan Komodo dalam perjalanan. Untuk aktifitas ini, penting sekali untuk tidak melupakan topi dan menggunakan tabir anti surya. Disarankan juga menggunakan celana panjang, atasan lengan panjang, serta sendal / sepatu trekking. Ya betul sekali, sinar matahari akan cukup terik sehingga kita tidak mau mengambil resiko terbakar. Juga untuk menghindari serangan nyamuk serta ranting yang dapat menggores kulit.

Perjalanan dari pelabuhan Labuan Bajo ke Pulau Rinca membutuhkan sekitar 2 jam dengan kapal laut dengan pemandangan pulau-pulau dan perbukitan. Sesekali kita akan melihat kampung kecil di pesisir yang dilingkupi oleh bukit-bukit tinggi berwarna hijau kekuningan.

Mencapai Pulau Rinca, kapal kami mendarat di Loh Buaya dimana trekking akan dimulai. Dari dermaga kami mulai jalan menuju kantor TNK. Melewati bukit batu besar yang menutupi pemandangan kami sebelumnya, kami tiba-tiba disambut dengan pemandangan tanah luas yang dikelilingi oleh perbukitan savana berwarna kekuningan. Seperti berada di dunia yang berbeda. Tidak heran teman saya pernah berkomentar bahwa berada di Pulau Rinca rasanya seperti berada di Jurassic Park. Apalagi tidak lama kemudian kami disambut oleh seekor Komodo yang ikut berjalan tidak jauh dari samping kami. Di mana lagi bisa mendapat pengalaman berada di jaman prasejarah dan melihat hewan prasejarah secara langsung?

Di dekat kantor TNK, kami disambut oleh pemandu dari Pulau Rinca. Berhubung ini adalah taman nasional maka semua hewan di kawasan ini dibiarkan bebas berkeliaran, termasuk sang Komodo. Oleh karena itu semua tamu harus didampingi oleh pemandu kemanapun kita pergi. Komodo dapat tiba-tiba menyerang darimana saja dan gerakannya sangat cepat. Cukup menakutkan untuk membuat saya selalu memastikan pemandu tidak jauh-jauh dari saya. Pemandu hanya bermodalkan kayu panjang yang kemudian di ujung terbelah dua seperti lidah kadal. Menurut pemandu, Komodo sedikit segan dengan bentuk kayu tersebut, entah apakah itu hanya sugesti atau memang efektif mengintimidasi Komodo. Bagaimanapun bila Komodo sudah agresif, kayu tersebut tetap tidak ada gunanya karena bisa langsung dipatahkan dengan sekali sabetan buntut Komodo.

Semua bangunan di kantor TNK terdiri dari kayu dan berupa rumah panggung. Tidak heran karena di sekitar banyak Komodo sedang tidur atau sekedar menunggu. Ada satu rumah yang di sekitarnya banyak Komodo berkeliaran. Rupanya rumah tersebut adalah dapur dan para Komodo menunggu untuk mendapatkan makanan “gampangan”.

Di Pulau Rinca disediakan 3 pilihan trekking, yaitu Short Trek, Medium Trek, dan Long Trek. Semakin jauh trekking maka semakin banyak pemandangan cantik yang bisa didapatkan dan juga lebih besar kemungkinan menjumpai Komodo dalam perjalanan. Untuk kali ini kami melakukan Short Trek karena keterbatasan waktu.

Selain untuk Komodo, Pulau Rinca juga merupakan habitat banyak flora dan fauna lainnya. Dalam perjalanan kita dapat menjumpai rusa, babi liar, kerbau, monyet, dan mungkin juga beberapa tipe ular yang berbisa. Jadi kita juga harus waspada dengan keadaan di atas kepala kita karena ular green viper yang cantik itu suka nangkring di atas dahan pohon tapi sangat berbisa. Yang pasti, untuk teman-teman pencinta reptil tentunya pulau ini wajib kunjung. Vegetasinya juga menarik dengan pohon lontar yang menjulang tinggi di antara padang-padang savana, pohon gebang, anggrek, kapuk, dan lainnya.

Beberapa tempat di perjalanan trekking dibatasi dengan tali yang berarti kita tidak boleh memasuki daerah tersebut karena merupakan sarang bertelur Komodo. Seperti mahkluk hidup lain pada umumnya, Komodo akan sangat protektif dan agresif di sekitar daerah sarang sehingga kita mau memastikan tidak mendekati daerah tersebut. Nah kebetulan waktu saya dan rombongan sedang jalan di hutan, ada seekor Komodo memasuki wilayah sarang Komodo lain. Kami sempat sedikit panik karena Komodo yang sedang menjaga sarang merasa terganggu dan kemudian bergerak sangat cepat menuju kita! Pemandu menyerukan kepada kami untuk bergerak dengan cepat, dan kami pun berusaha bergerak cepat namun dengan tetap waspada terhadap sekitar. Untung kemudian Komodo yang salah wilayah menyingkir dan Komodo penjaga sarang pun berputar arah untuk kembali ke sarangnya. Kejadian yang kalau dipikir sekarang cukup lucu namun saat itu sangat bikin jantung berdegup panik.

Setelah melewati sedikit hutan, perjalanan akan berupa perbukitan padang savana dengan pohon-pohon lontar yang menjulang disana-sini. Pemandangan fotojenik yang akan membuat kita ingin mengambil foto di setiap langkah perjalanan. Bila kita mengambil versi Medium Trek atau Long Trek kita bahkan akan dapat melihat pesisir dan laut dari atas bukit. Karena ini merupakan Short Trek, maka setelah menuruni bukit padang savana kami kembali memasuki sedikit hutan dan sudah kembali di front office TNK.

Petualangan Jurassic Park pagi ini telah berakhir, dan kami pun meninggalkan Pulau Rinca untuk petualangan berikutnya di Taman Nasional Komodo.

Advertisements