Land of the Dragons Part III: Legend of the Dragon Princess

Ini adalah legenda mengenai Putri Naga dari Komodo.

 

Alkisah jaman dahulu sekali ada seorang putri cantik tinggal di Pulau Komodo. Ia dikenal dengan sebutan Putri Naga. Putri Naga menikahi seorang pria bernama Najo dan tidak berapa lama kemudian melahirkan bayi kembar, satu merupakan anak laki sedangkan yang satu lagi merupakan anak naga. Sang putri menamai anak lelakinya Gerong, dan Gerong dibesarkan di antara manusia. Sementara sang naga dinamai Ora, dan bersembunyi di dalam hutan. Gerong dan Ora saling tidak mengetahui tentang keberadaan masing-masing.

Bertahun-tahun kemudian, Gerong yang telah menjadi lelaki menembak seekor rusa saat berburu di hutan. Tapi saat ia akan mendekati buruannya, seekor kadal besar muncul di hadapannya dan merebut sang rusa mati dengan lapar. Gerong berusaha keras untuk mengusir pergi mahluk itu, namun tiada guna. Sang mahluk berdiri dengan mantap di atas bangkai rusa, dengan gigi yang mengancam.

Gerong menaikkan senjatanya, siap untuk membunuh si kadal. Tiba-tiba muncul seorang wanita cantik yang mempesona – Sang Putri Naga. Dengan cepat, ia melerai Gerong dan Ora yang bertikai, dan berkata kepada Gerong, “Jangan membunuh hewan ini, karena ia adalah saudara perempuanmu, Ora. Aku mengandung kalian bersama. Anggaplah ia sebagai setara-mu karena kalian adalah “Sebai” atau kembar.

Sejak saat itu penghuni pulau memperlakukan naga Komodo dengan kebaikan. Naga tua yang tidak dapat membela dirinya lagi diberi makan oleh manusia yang merupakan “saudara lelaki” mereka.

 

Legenda di atas sedikit menjelaskan mengenai asal usul nama Ora yang merupakan sebutan penduduk lokal untuk Komodo. Kisah ini mungkin juga menjelaskan mengapa penduduk lokal dapat hidup berdampingan dengan Komodo walaupun reptil ini dianggap cukup menakutkan bagi orang awam, serta mengapa penduduk lokal cukup protektif terhadap keberlangsungan Komodo di pulaunya. Kita mungkin belum tentu percaya kepada legenda, namun pada kenyataannya manusia dan Ora hidup berdampingan cukup harmonis di Pulau Komodo sampai saat ini.

 

Disadur dari: Flores: Diving Around Komodo

Advertisements