Selamat Datang di Labuan Bajo

Ini adalah kedua kalinya saya berkesempatan mendarat di Labuan Bajo, sebuah kota kecil yang merupakan ibukota Kabupaten Manggarai Barat, Flores – NTT. Labuan Bajo terletak di ujung paling barat Pulau Flores dan merupakan gerbang menuju Pulau Komodo yang tersohor. Meskipun sekitar setahun yang lalu saya pernah singgah di Labuan Bajo namun saya yakin akan harus kembali karena masih terlalu banyak tempat yang belum sempat saya kunjungi di sana. Pucuk dicinta ulam pun tiba, saya diberkahi dengan kesempatan untuk kembali. Dan kali ini fokus perjalanan adalah Labuan Bajo dan sekitarnya sehingga saya akan lebih puas mengeksplorasi daerah tersebut. Horeee.

Manggarai Barat, sama seperti bagian lain seantero Flores, memiliki pemandangan indah yang menurut saya cukup khas dibanding daerah lain di Indonesia yang pernah saya kunjungi. Topografi yang berbukit-bukit hijau (kadang kekuningan) berselang-seling dengan lautan menyuguhkan pemandangan yang bervariasi dan tidak pernah membosankan. Bukit Teletubbies saya menyebutnya karena dari kejauhan sungguh mirip dengan bukit-bukit yang tampak di tayangan serial TV  Teletubbies. Pemandangan Flores yang tidak ada duanya.

Labuan Bajo pada mulanya merupakan kampung nelayan kecil yang terletak di pesisir teluk. Namanya berasal dari kata “labuan” yang artinya pelabuhan serta “bajo” dari suku Bajo. Ini dikarenakan Labuan Bajo terletak di pesisir teluk dan bisa dibilang merupakan pelabuhan utama di barat Flores, dan karena banyaknya pendatang yang berasal dari suku Bajo di Sulawesi.

Labuan Bajo sebagai daerah pesisir terdiri dari penduduk yang merupakan percampuran asli Manggarai dengan pendatang yang telah menetap di sana. Flores memiliki banyak sekali bahasa dan dialek. Di Labuan Bajo sendiri ada sekitar 6-7 bahasa, namun bahasa utama adalah Bahasa Indonesia. Tidak banyak diketahui mengenai sejarah asal-usul orang Manggarai namun mereka percaya bahwa nenek moyang mereka berasal dari Minangkabau di Sumatera Barat.

Penghasilan orang Flores umumnya adalah dari pertanian, perkebunan, dan hasil laut untuk yang tinggal di daerah pesisir. Namun untuk Labuan Bajo sendiri karena merupakan tempat persinggahan untuk yang ingin mengunjungi Taman Nasional Komodo, maka penghasilan penduduk lokal juga dari bisnis penginapan, restoran, serta pariwisata. Penduduk lokal yang tinggal di pulau kawasan Taman Nasional Komodo masih menggantungkan hidupnya dari hasil laut dan berkebun, yang kemudian sebagian hasilnya akan dijual ke pasar di Labuan Bajo.

Dikarenakan Flores memiliki topografi yang berbukit-bukit, keindahan Labuan Bajo terletak pada posisinya yang tinggi sehingga kita dapat menikmati pemandangan laut dari atas. Pemandangan yang sangat khas dari Labuan Bajo adalah pemandangan kapal-kapal yang berlabuh di sekitar perairan Labuan Bajo. Berbagai kapal dari kapal nelayan sampai dengan kapal pinisi berlalu lalang di sekitar pelabuhan. Bahkan pada musim-musim tertentu, berbagai yacht dari seluruh penjuru dunia mampir di pelabuhan ini.

Pagi yang indah untuk dapat bangun di Labuan Bajo disambut sinar matahari hangat dan sarapan pagi sambil menikmati pemandangan indah pelabuhan Labuan Bajo. I’m finally back, Flores J.

Advertisements